🏛️ Kerajaan Himyar: Kerajaan Yahudi di Arabia Selatan Pra-Islam (Sebelum Islam)
Di dataran tinggi Arabia Selatan, di wilayah yang kini dikenal sebagai Yaman, berdirilah sebuah kerajaan kuno yang sangat berpengaruh — Kerajaan Himyar. Berkuasa dari sekitar abad ke-1 SM (Sebelum Masihi) hingga abad ke-6 M (Masihi), Himyar dikenal bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi juga karena keputusan uniknya untuk memeluk agama Yahudi, menjadikannya salah satu dari negara Yahudi di luar Tanah Israel sebelum munculnya Islam.
⸻
🏞️ Asal Usul dan Kebangkitan Himyar
Kerajaan Himyar muncul setelah runtuhnya Kerajaan Saba (yang dikenal dalam kisah Ratu Sheba). Pada abad ke-3 M, Himyar berhasil menyatukan sebagian besar wilayah selatan Arabia, termasuk rute (route) perdagangan penting seperti rempah-rempah dan kemenyan.
Ibukotanya, Zafar, yang terletak di dataran tinggi Yaman, menjadi pusat perdagangan dan budaya. Karena letaknya strategis, Himyar menjalin hubungan dagang dengan wilayah seperti Romawi, India, dan Afrika Timur 🌍, serta terpapar dengan berbagai agama — termasuk paganisme, Kristen, dan Yahudi.
⸻
✡️ Masuknya Yahudi ke Istana Himyar
Salah satu aspek paling unik dari Himyar adalah adopsi agama Yahudi oleh penguasa kerajaan, yang terjadi sekitar akhir abad ke-4 atau awal abad ke-5 M.
Beberapa alasan mengapa Himyar memilih Yahudi sebagai agama resmi:
• ⚔️ Strategi Politik: Untuk menandingi kekuasaan Bizantium (Kristen) di barat laut dan Kerajaan Aksum (Kristen) di Afrika Timur.
• 🕍 Pengaruh Komunitas Yahudi Lokal: Komunitas Yahudi telah lama ada di Arabia seperti di Yathrib (Medina) dan Najran.
• 🛡️ Perlawanan terhadap Penyebaran Kristen: Himyar memilih jalan monoteisme non-Kristen sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan misionaris.
Inskripsi kuno berbahasa Arab Selatan menunjukkan adanya doa dan ritual Yahudi, meski tidak seperti Yahudi rabinik di Yerusalem.
⸻
👑 Dzu Nuwas dan Tragedi Najran 🔥
Penguasa Yahudi paling terkenal dari Himyar adalah Yusuf As’ar Yath’ar, yang dikenal sebagai Dzu Nuwas. Ia adalah raja yang sangat taat pada agama Yahudi dan menentang penyebaran Kristen secara keras.
Sekitar tahun 523 M, terjadi tragedi besar yang dikenal sebagai Pembantaian Najran. Menurut sumber Kristen dan Islam, Dzu Nuwas menghukum komunitas Kristen di Najran karena dianggap memberontak. Ribuan orang dilaporkan dibakar hidup-hidup di dalam parit 🔥— peristiwa ini dikenang dalam Al-Qur’an (Surah Al-Buruj 85:4–8) sebagai “Ashab al-Ukhdud” (Para Penghuni Parit Api).
Akibat tragedi ini, kerajaan Kristen Aksum dari Ethiopia, dengan dukungan Bizantium, menyerang Himyar. Sekitar tahun 525 M, mereka berhasil mengalahkan Dzu Nuwas dan mengakhiri kekuasaan Yahudi di wilayah itu.
⸻
🕯️ Warisan dan Signifikansi Sejarah
Kisah Himyar menunjukkan bahwa Arabia pra-Islam (sebelum Islam) bukan hanya dihuni oleh penyembah berhala, tetapi juga merupakan wilayah yang kaya akan keragaman agama — termasuk Yahudi dan Kristen.
Dalam sejarah Yahudi, Himyar menjadi contoh langka negara berdaulat Yahudi di luar Israel sebelum zaman modern, dan menunjukkan bagaimana Yahudi bisa berkembang dalam konteks budaya non-Yahudi.
⸻
🗺️ Kesimpulan
Kerajaan Himyar adalah salah satu bab yang paling menarik dalam sejarah Jazirah Arab. Sebelum munculnya Islam, wilayah ini telah dipenuhi oleh pergolakan politik dan agama, dengan Himyar sebagai simbol perlawanan monoteis Yahudi terhadap dominasi Kristen.
Meskipun namanya kini jarang disebut, warisan Himyar tetap hidup melalui penemuan arkeologi, inskripsi kuno, dan pengaruhnya dalam membentuk sejarah keagamaan Arabia.
⸻
📚 Sumber Bacaan:
• Irfan Shahîd, Byzantium and the Arabs in the Fifth Century
• Robert Hoyland, Arabia and the Arabs: From the Bronze Age to the Coming of Islam
• Christian Robin, karya epigrafi tentang Himyar
• Al-Qur’an, Surah Al-Buruj (85)
• Kronik-kronik Kristen dan Ethiopia abad ke-6 🗺️🖼️