📜 Surah 2:124 dan Kitab Kejadian 17:21: Kontradiksi Qur’ani terhadap Penetapan Perjanjian dan Pengorbanan dalam Bible
Pendahuluan
Abraham (Ibrahim a.s) adalah tokoh sentral dalam tradisi Abrahamik, namun pertanyaan besar tetap ada: siapakah anak yang membawa perjanjian, dan siapakah anak yang hampir dikorbankan?
Dalam narasi Bible, Ishaq adalah:
• Pewaris perjanjian (Kejadian 17:21)
• Anak yang hampir dikorbankan (Kejadian 22)
Namun dalam Al-Qur’an, urutannya sangat berbeda:
• Surah 2:124 mengaitkan perjanjian dengan ujian besar, yang dalam tradisi Islam dipahami sebagai pengorbanan Ismail
• Hal ini bertentangan langsung dengan Bible, yang memberikan perjanjian kepada Ishaq sebelum ujian pengorbanan, dan mengecualikan Ismail dari perjanjian tersebut.
⸻
☘️ 1. Kerangka Qur’ani: Perjanjian Setelah Ujian
1.1 Surah 2:124 — Perjanjian Setelah Pengorbanan
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya. Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku menjadikanmu sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.’” (2:124)
Para mufassir (penafsir Qur’an) memahami “ujian besar” ini sebagai:
• Perintah untuk menyembelih anaknya, yang secara luas dianggap sebagai Ismail dalam memori Islam
Bukti pendukung:
• Surah 37:99–113: Pengorbanan terjadi sebelum kabar gembira kelahiran Ishaq
• Qur’an tidak pernah menyebut nama Ishaq sebagai anak yang dikorbankan
• Perjanjian datang setelah ketaatan total—artinya setelah ujian besar selesai
1.2 Perjanjian untuk Keturunan
Ibrahim bertanya:
“Dan dari keturunanku?”
Allah menjawab:
“Perjanjian-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” (2:124)
Implikasinya:
• Perjanjian berlaku untuk keturunan Abraham secara umum, bukan eksklusif untuk Ishaq
• Konteks pengorbanan (yang melibatkan Ismail) menunjukkan bahwa jalur Ismail adalah pusat dari perjanjian Qur’ani
⸻
🌷 2. Kitab Kejadian 17:21 — Penetapan Perjanjian yang Bertentangan
“Tetapi perjanjian-Ku akan Kuteguhkan dengan Ishaq, yang akan dilahirkan Sara bagimu pada waktu seperti ini tahun depan.” (Kitab Kejadian 17:21)
Menurut Bible:
• Ismail diberkati (Kej 17:20)
• Tapi perjanjian hanya untuk Ishaq (Kej 17:21)
• Semua ini terjadi sebelum kisah pengorbanan (Kej 22)
2.1 Kontradiksi Urutan
Bible: Perjanjian datang sebelum ujian pengorbanan
Qur’an: Perjanjian datang setelah ujian pengorbanan
Karena urutan ini berbeda, narasi Qur’an tidak bisa berjalan selaras dengan Kitab Kejadian 17.
⸻
🍁 3. Klaim Islam: Keturunan Ishaq Mendapat Perjanjian Sinai, Bukan Perjanjian Abrahamik
Islam membedakan dua jenis perjanjian:
3.1 Perjanjian Sinai — Terbatas untuk Bani Israil
(Ishaq → Ya’qub → Israel)
• Menerima Taurat, tanah perjanjian, dan kenabian
• Bersifat nasional dan terbatas geografis
3.2 Perjanjian Abrahamik — Universal dan Abadi
(Ismail → Arab → Muhammad → Umat Global)
• Universal, bukan etnis
• Terkait dengan Ka’bah sebagai pusat tauhid (2:125–129)
• Menelurkan Nabi terakhir (2:129)
Menurut Qur’an, Ishak memegang perjanjian Sinai, tapi Ismail memegang perjanjian Abrahamik.
Ini bertentangan langsung dengan Kitan Kejadian 17:21 yang memberikan seluruh perjanjian kepada Ishaq bahkan sebelum ia lahir.
⸻
🌱 4. Identitas Anak yang Dikorbankan: Qur’an vs Bible
4.1 Logika Qur’ani Mendukung Ismail
Fakta dalam Qur’an:
1. Pengorbanan terjadi sebelum kabar kelahiran Ishaq (37:112)
2. Anak yang akan dikorbankan digambarkan sabar, taat, dan anak sulung—ciri khas Ismail
3. Lokasinya dikaitkan dengan Mekkah, bukan Palestina
4. Perjanjian datang setelah ujian, yang melibatkan anak tersebut—menunjukkan jalur Ismail sebagai yang menerima perjanjian
4.2 Ketegangan dalam Narasi Bible
• Nama “Ishaq” berarti “tertawa”—tidak cocok dengan suasana serius pengorbanan
• Frasa “anakmu yang tunggal” (Kej 22:2) jadi aneh karena Ismail masih hidup saat itu
• Perjanjian diberikan sebelum ujian, bertentangan dengan Qur’an
⸻
💫 5. Kontradiksi yang Dirangkum
Qur’an (2:124):
• Abraham diuji dengan pengorbanan
• Setelah lulus, ia menerima kepemimpinan umat manusia
• Perjanjian berlaku bagi keturunannya yang saleh—dalam konteks Ismail
Bible (Kejadian 17:21):
• Ishaq menerima perjanjian sebelum ujian
• Ismail dikecualikan
• Ishaq yang dikorbankan (Kej 22)
Jadi, Qur’an membalikkan urutan, mengalihkan perjanjian, dan mengubah identitas anak yang dikorbankan — bertentangan dengan narasi Alkitab.
⸻
♦️ Kesimpulan
Surah 2:124 menggambarkan Perjanjian Abrahamik muncul setelah pengorbanan, dan mengaitkannya dengan anak yang diuji—yang menurut tradisi Islam adalah Ismail.
Dalam pandangan Qur’ani:
• Ishaq dan Ya’qub tetap nabi mulia
• Tapi mereka berada dalam perjanjian Sinai, bukan perjanjian global Abrahamik
• Ismail, melalui pengorbanan besar dan keterlibatan dengan Ka’bah, menjadi jalur bagi umat global yang dipimpin oleh Nabi Muhammad ﷺ
Dengan ini, Qur’an menawarkan pembacaan ulang teologis atas narasi kuno:
Ismail, bukan Ishaq, adalah pusat ujian terbesar Abraham dan pewaris sejati perjanjian universal.